Winda Irham Hidayat

life is beautiful....

Senin, 15 Juni 2009

Laporan kontribotor XpResi

BAGI fans Peterpan, mendekati Ariel “Peterpan” memanglah bukan pekerjaan yang mudah. Sebagai artis atau penyanyi idola, Ariel memang selalu dijaga ketat dari serbuan fansnya. Hal itu seimbang, karena melihat ketenaran dan wajah gantengnya, hehe. Namun alangkah beruntungnya bagi saya, Ariel dan personel Peterpan lainnya masih mengingat saya sebagai “teman” sekaligus fans dari Singapura, saat penjemputan Peterpan Jumat (23/1) lalu di VIP Room Bandara Sepinggan Balikpapan. Hari itu, Peterpan tiba di Balikpapan untuk berangkat ke Samarinda dan tampil dalam konser di hari ulang tahun kota Samarinda.


Berbicara awal perkenalan saya dengan Ariel, bermula ketika berada di Singapura, tempat saya kuliah. Saya masih ingat, waktu itu saya masih berusia 17 tahun (sekarang berusia 21 tahun). Jadi sekitar empat tahun yang lalu. Kami pertama bertemu di Suntec City (sebuah mal sekaligus meeting hall di Singapura, red) saat Peterpan akan melakukan check sound untuk sebuah acara musik. Sejak itu dan sampai sekarang, setiap Peterpan tour ke Singapura, kami sering berjumpa, jalan dan shopping bareng.


Demi melihat aksi panggungnya, hari Sabtu pagi saya pun berangkat menuju kota Samarinda. Makanya, suatu kebanggaan dan rasa senang (ditambah lagi karena kemarin saya baru terpilih jadi kontiributor untuk XpResi, hehe), di saat puluhan fans berjam-jam menunggu dan susah payah untuk ketemu Ariel di hotel, saya malah khusus diajak Ariel ngobrol bareng di kamarnya. Kebetulan, saat di Samarinda saya menginap di hotel yang sama dengan rombongan Peterpan menginap. Mungkin udah jodoh kali yah, hehe..ketika saya baru tiba di lobi hotel ternyata bertemu rombongan Peterpan. Siang itu mereka berencana untuk melakukan check sound. Saya pun bertukar nomor handphone untuk bisa berkomunikasi dengan mereka.

Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, Road Manager Peterpan, Rahmat, menelepon dan mengantar saya menuju kamar 307 di Hotel Grand Victoria Samarinda. Di kamar itu, tempat Ariel menginap. Sedangkan personel lainnya, berada di kamar yang lainnya. Di dalam kamar Ariel, kami berempat bersama kru Peterpan lainnya. Malam itu tampilan Ariel terlihat lebih santai, namun ada juga raut wajah letih usai menyelesaikan konsernya. Sambil mempersilakan saya duduk, Ariel lantas sambil menyantap hidangan sup buntut. Berikut obrolan dari perjumpaan kami di Samarinda.

Nadia: Wah, Ariel lagi makan yah? Ganggu nggak nih?


Ariel
: Hai, nggak ganggu kok! Udah makan belum?

Nadia: Udah. Oia, udah sempat wisata kuliner selama di Samarinda?


Ariel
: Aduh, aku nggak pernah makan di luar selama di sini. Jadi ya gini..selalu makan di hotel..hehe

Kemudian Rachmat nyeletuk “Kalau dia (Ariel, red) makan di luar, bisa habis dia diuber-uber fans, hehe”.

Nadia: Sekarang lagu-lagu anak kecil tampaknya udah mulai berubah semua yah? Dari lagu bintang kecil, sekarang jadi nyanyiin lagu-lagunya Om Ariel, hehe?


Ariel
: Hehe..Iya nih, anak-anak sekarang lagunya udah berubah semua.

Nadia: Ada nggak fans Ariel yang suka rese gitu?


Ariel
: Nggak ada sih kalau sampai yang rese gitu

Nadia: Kalau fans yang baik dan selalu kamu ingat, menurut kamu itu harus yang bagaimana?


Ariel
: Yang bisa diinget itu yang ketemunya sering, hehe.

Nadia: Kalau Ariel ngefans sama siapa sih? Mungkin juga bisa dibilang sebagai motivator juga?


Ariel
: Untuk motivator musik sih bisa dibilang dari teman-teman Ariel sendiri sih. Jadi beruntung banget bisa satu lingkungan yang pada suka musik. Kalau untuk musisi, aku kebetulan sukanya sama Nirvana. Jadi waktu itu suka sama Kurt Cobain. Mulai dari mendalami karakternya dan lagu-lagunya. Itu juga memotivasi buat coba-coba bikin lagu. Dari situ ya mulai dengerin lagu yang lain. Sempet juga kita dengerin musik punk zaman dulu. Setelah itu aku suka Cranberries Terus…. ya gitu dari grup band Amerika baru nyari grup band Inggris.

Nadia : Menurut kalian, siapa saingan Peterpan sekarang ini?


Ariel
: Banyak banget sih ya? Tapi kayaknya Ariel anggap bukan sebagai saingan. Jadi sebagai band-band yang bagus dan bisa dibandingin gitu. Yang penting jangan sampai kalah power deh. Kan kami ada di dunia entertain, jadi ya jangan sampe kalah deh pokoknya. Mungkin ada Nidji, D’Masiv juga lagunya bagus, terus…sapa yah..banyak sih..hehe.

Nadia: Riel, tahu nggak pas konser Peterpan di Singapura beberapa waktu lalu, harga tiket konsernya setara sama harga tiket konser Linkin Park loh? Padahal kalo band-band Indonesia yang konser di Singapura, jarang yang harga tiketnya sama dengan artis internasional. Aku turut bangga sebagai warga Indonesia.


Ariel
: Oh ya? Mmm..mungkin panitianya kali yah? Tapi, mungkin gini kan belajar juga dari konser di Malaysia kemarin. Kalau di sana, misalnya ada konser di gratisin malah dianggap band kacangan. Kalau dimahalin, mereka baru dipandang sebagai band mahal.

Nadia: Fans Peterpan kan diberi nama Sahabat Peterpan. Apakah fans adalah sahabat kamu juga?


Ariel
: Yah..kami lebih seneng kalo sama fans tuh bisa temenan. Lebih asyik, akrab pakai nama itu. Jadi kalau ketemu gitu ohhh ini sahabat peterpan. Gitu deh!

Nadia: Apa sih hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk fans?


Ariel
: Kalau secara keseluruhan, kalau menurutku sih bikin lagunya. Maksudnya bikin lagu itu ada yang terinspirasi dari orang lain. Itu lebih baik daripada bikin orang lain teriak-teriak. Menurut aku itu yang terbaik kali yah. Daripada bikin orang nunggu lama-lama ataupun misalnya kasih tanda tangan, kasih foto gitu. Bikin lagu lebih bagus ya bisa memotivasi. Jadi misalnya ada yang cerita “anak saya yang umur sekian, yang tadinya belum bisa ngomong eh denger lagu Peterpan terus ikutan nyanyi jadi bisa ngomong. Kan itu jadi lebih berguna gitu, hehe.

Nadia: Kapan ya bisa ketemu lagi?


Ariel
: Kita nanti bakal main di Singapura lagi kok di acaranya Celcom (sebuah perusahaan telekomunikasi Malaysia, red). Jadi acara Celcom itu nanti bakal main di Singapura. Jadi peterpan bakal manggung sama band-band lain se-Asia. Kita kebagian manggung cuma selama tigapuluh menit. Yah sekitar delapan lagu gitu lah. Kalo pas di Singapura, mungkin bisa ketemu lagi.

Nadia: Mungkin nggak hanya aku, masyarakat lainnya pasti penasaran deh sama nama Peterpan yang baru?


Ariel
: Heehehehe..Sama aku juga penasaran..hehehe.

Nadia: Mau dekat pemilu gini, Ariel kok nggak jadi Presiden aja? Siapa tahu aja menang! Nggak usah promosi-promosi lagi kan udah dikenal banyak orang, hehe.


Ariel
: Hahaha..nggak deh! Entar negaranya nggak diurusin karena sibuk dengan nyanyi. Hehe. (nad/one)

0 komentar:

Posting Komentar